24/01/14

Kumbakarna dan Ramayana


Ramayana- RAMA-SINTA-KUMBAKARNA-DASAMUKA-HANOMAN




Prambanan, kabupaten Klaten, Jawa Tengah
malam bulan purnama, menghiasi sendratari Ramayana. Cerita yang banyak diukirkan di candi Hindu diseluruh dunia. Ramayana memiliki banyak cerita didalamnya dan memiliki banyak versi cerita, tapi yg jelas Ramayana memiliki banyak fakta dan nilai yg tertata didalamnya.

RAMA, seorang kesatria yg memenangkan sayembara memanah dan mendapatkan gadis cantik bernama DEWI SINTA, ia merupakan anak dari penguasa kerajaan Manthili, anak dari ARJUNA atau dalam dunia pewayangan dikenal dengan nama JANAKA. Kemudia dalam perjalanan pulang sinta melihat "Kidang Kencana" (Rusa emas) dan meminta RAMA untuk memburunya, jiwa kesatria yg tak pantang mudur mengiyakan apa yg dipinta oleh DEWI SINTA. RAMA mengejar rusa tersebut, sebelum ia pergi ia membuat lingkaran perlindungan untuk DEWI SINTA terlindungi.

RAMA, mengejar, memburu, rusa itu, mereka pergi jauh dari DEWI SINTA, di saat bersamaan RAMA menangkap rusa tersebut, ada sesosok orang tua renta yg jatuh dan meminta bantuan kepada DEWI SINTA. Kebaikan hatinya terketuk dan ia berlutut membantu orang tua tersebut. Seketika sosok orang tua tersebut berubah menjadi "Diyu" (raksasa dalam bahasa Jawa kuna), DASAMUKA namanya (dalam Bahasa jawa berarti sepuluh muka) disaat yg bersamaan rusa yg ditangkap Rama juga berubah menjadi "Diyu"

RAMA, kemudian tahu ini adalah siasat dari RAHWANA yg memiliki nama lain DASAMUKA. RAMA mengetahuinya dari seekor elang yg tadinya hendak menyelamatkan DEWI SINTA namun gagal. RAMA kemudian berfikir bagaimana caranya ia merebut kembali DEWI SINTA, ia meminta bantuan dari WANARA (Keluarga kera) yg dipimpin oleh HANOMAN.

RAMA dan HANOMAN kemudian pergi ke negara NGALENGKA, negara dimana DASAMUKA dan DEWI SINTA berada, ditengah perjalanan mereka bertemu dengan WIBISANA salah seorang saudara dari DASAMUKA. WIBISANA bermaksud membantu RAMA, karena ia tahu apa yg dilakukan oleh DASAMUKA adalah perbuatan yg tidak benar, mereka bergerak maju.


DEWI SINTA sebagai putri pingitan di NGALENGKA tidak bisa berbuat apa-apa, DASAMUKA meyakinkannya, DEWI SINTA adalah titisan dari BATHARI SRI WIDOWATI, perempuan cantik yg dicintainya selama ini. DEWI SINTA tidak mengucap sepatah katapun ia menunggu RAMA.

DEWI SINTA terbangun disuatu pagi, mendapati, seekor kera putih bernama HANOMAN, membawa pesan dari RAMA. Tapi saat itu juga HANOMAN ditangkap. Perangkap dari DASAMUKA rupa-rupanya tidak mempan melawan kesaktian HANOMAN, ia membakar seisi kerajaan NGALENGKA dan perang dimulai. Perang ini dikenal dengan BARATA YUDHA

DEWI SINTA disandra DASAMUKA dan dibawa lari, DASAMUKA tidak mau berperang, apalagi mebgetahui WIBISANA ada dipihak RAMA. DASAMUKA membangunkan adiknya yaitu KUMBAKARNA.


KUMBAKARNA adalah seorang raksasa yg berhati baik, ia mengabdi pada NGALENGKA dan selalu berbuat kebajikan. DASAMUKA berkata, bahwa ia ingin melindungi titisan DEWI SINTA dari dunia yg jahat, oleh karenanya Ia butuh bantuan KUMBAKARNA.

KUMBAKARNA, seorang raksasa tangguh yg tertidur lama dan dibangunkan dengan cara diinjak-injak oleh 10 ekor gajah. DASAMUKA memaksa KUMBAKARNA untuk maju berperang dnegan dalih, selama ini ia makan dari hasil jerih payah DASAMUKA.

KUMBAKARNA kesatria sejati. Ia mengeluarkan semua isi makananan yg oernah ia makanan beserta segala hal yg diberikan DASAMUKA, ia mengeluarkannya dalam bentuk utuh seperti semula. Ia tahu yg dilakukan kakaknya adalah hal yg salah tapi ia berkata "AKU BERPERANG BUKAN UNTUKMU, TAPI UNTUK NEGERI NGALENGKA, AKU HIDUP DI NGALENGKA DAN MATIPUN UNTUK NGALENGKA"

KUMBAKARNA walaupun berwujud raksasa, di dikisahkan sebagai salah satu raksasa dengan hati yg mulia, memiliki jiwa kesatria, ia maju melawan WANARA (keluarga kera putih), ketika tangan kirinya dipatahkan, ia berperang dengan tangan kanannya, ketika kedua tanganya dipatahkan, ia berperang dengan kakinya, menginjak2 bumi sehingga terjadi gempa, ketika satu persatu kakinya dipatahkan. ia mengguling2kan badannya untuk melawan pasukan WANARA, RAMA dan WIBISANA

KUMBAKARNA kemudian sampai di titik lelahnya, RAMA turun dari singgasananya dan menarik busur panahnya, RAMA menghormati KUMBAKARNA sebagai kesatria yg luar biasa, sehingga RAMA mengakhiri hidup KUMBAKARNA dengan tangannya sendiri, RAMA kemudian memanah kepala KUMBAKARNA dan ia mati.

KUMBAKARNA mati demi NGALENGKA, ia mengabdi, ia berbakti dan ia adalah seorang kesatria. RAMA kemudian mengalahkan DASAMUKA dan bertemu kembali dengan DEWI SINTA, tapi saat itu juga ia tidak mau menerima DEWI SINTA, RAMA meragukan kegadisan DEWI SINTA, kemudian DEWI SINTA berkata "Aku akan terjun di api abadi, bila aku terbakar maka aku sudah tidak suci, tapi apabila tidak maka aku masih gadis"

DEWI SINTA terjun ke api abadi dan ternyata ia masih hidup. RAMA dan DEWI SINTA kemudian hidup bahagia.


SELESAI.


KUMBAKARNA merupakan tokoh favoritku di dunia pewayangan. Ia membuktikan "don't judge a book by it's cover" Raksasa berjiwa kesatria dan mengabdi pada negrinya sampai mati, lalu siapakah RAMA?


Siapa bilang DEWI SINTA seharusnya bersama RAMA? 
Kalau bukan WANARA, HANOMAN yg kemudian menyelamatkanya Ia sudah mati di NGALENGKA ?
kalau bukan DASAMUKA yg benar-benar ingin melindunginya dari dunia luar sampai berperang antar saudara dengan WIBISANA, PRAHARA BARATA YUDHA tak akan pernah terjadi.

Siapa sebenarnya RAMA? 
Seseorang yg menarik busur panah sakti dan mematahkanya?
Seseorang yg mencari bala bantuan kesatria lainya?
Seseorang yg mempertanyakan ketulusan cinta SINTA sampai SINTA harus bertaruh nyawa?


@andrebinarto

Tidak ada komentar:

Posting Komentar